Hujan Meteor 2015 Bisa Jadi Objek Photo Hunting

Wheel Story 3 Bandung – Paris Rampung

October 28, 2015 Comments Off on Masih Haus Jelajahi Saguling Jawa Barat Adventure, Destination, Featured

Masih Haus Jelajahi Saguling Jawa Barat

Dulu.

Air yang menyelip merambah setiap lekukan dan celah terbelah di kawasan hutan Bandung Barat belum ada. Tahun 1983, Saya masih belum tahu yang namanya adventure, walau Ayah sudah menyelendangkan golok kalau kami pergi ke kebun di Citalem, yang sekarang di tepi danau Saguling. Saya masih bisa mengangkat serpihan memori masa kecil dimana air terjun masih mengalir di antara bebatuan yang begitu dahsyat besarnya di mata seorang anak kurus yang serba ingin tahu. Maklum, di kota sulit mendapatkan batu setinggi gedung tingkat 5 atau bahkan tingkat 10.

Ada rasa takjub diselimuti kengerian yang monumental.

  • Sanghyang Tikoro
  • Seram Mulut Sanghyang Tikoro
  • Semacam itulah
  • DAM Saguling
  • Tak selalu mulus
  • Panorama Bandung Barat
  • Air Saguling setenang tidur siang
  • Mario Wheel Story mendayung
  • Menelusuri desa terpencil
  • Sunset bersih
  • Dari karst Cipatat

Kini.

Lembah berimbun pohon salak dan berbagai jenis pohon menjulang yang menggelapkan jalan kecil yang biasa dilewati warga kota kecil, Cililin, sudah menjadi dasar danau. Yang tersisa ialah hamparan air yang luas dikelilingi huma dan ladang, serta puncak-puncak bebatuan purba yang sempat membuat Saya bisa mengenal istilah hantu gunung, jin iprit, jurig jarian, dan nini anteh. Biasa. Orang tua selalu melindungi anaknya untuk tidak mendekat bahaya dengan benteng cerita misteri.

Kini.

Saya selalu membawa kawan-kawan dari masa kini untuk mengenal masa dulu. Mengenal visualisasi seorang anak kecil yang takjub dengan bebatuan di sekitar Saguling yang dulu adalah kampung kami. Waktu terbentang lebar, dan telah diisi dengan suka duka, pendidikan dan pembodohan, serta rasa takut dan penasaran yang tak terbendung. Maka disinilah kami akan kembali membuat diri kami haus akan kekosongan informasi yang semestinya factual saat kecil. Di sisi ini kami kembali.

Lalu apa yang sedang happening di sini?

Ada yang suka sejarah. Ada yang suka alam. Bebatuan masih berdiri setelah jutaan tahun. Sejarah terus mengisi hari-hari dari legenda hingga non-fiksi. Katanya, Gedong Dalapan, Sanghyang Tikoro, Sanghyang Poek, Sanghyang Heuleut, batu lipatan kain Dayang Sumbi, tembikar purbakala, dan lainnya ada di daerah ini. Hampir semua tempat di sini, terkait dengan cerita Sangkuriang dan Dayang Sumbi. Misteri banget.

 

Comments are closed.