7 Perlengkapan Wajib Buat Piknik

Panjang Sejarah Indonesia yang Belia

August 17, 2015 Comments Off on Motor Besar pun Berhenti Untuk Dawet Hitam Featured, Photos, Travel

Motor Besar pun Berhenti Untuk Dawet Hitam

Mesin 500 cc apalagi 1.400 cc itu besar.

Beberapa pasang motor bermesin besar parkir di depan warung bambu di Kebumen, Jawa Tengah.

Warung –warung itu menjajakan kesegaran yang kelam! Dawet Hitam.

Mungkin dawet lebih dikenal dengan warna hijau yang alami, maka hitam menjadi aneh.

Bagi mereka yang bermotor super ini, keanehan selalu bikin asyik. Kalau mereka mampir, ya masa juga motor biasa yang berlalu lalang di jalur selatan Jawa gak mampir barang sebentar. Memang enak?

Luar biasa!

Dawet lebih mirip cendol bila Anda ke Bandung. Elizabeth tau kan? Bahkan cendol Elizabeth pun asal muasalnya dibawa dari Cilacap koq oleh perintisnya. Nah, dawet pun sama seperti cendol dan terbuat dari proses yang sama.
Dawet dibuat dari bahan sagu atau serat pohon kolang-kaling atau aren. Batangnya dibelah dan disaringlah serat batangnya dengan menggunakan kain penyaring. Setelah dikeringkan menjadi tepung, dibuatlah dawet.

Hitamkah?

Tidak juga. Warna hitam diambil dari warna sekitar. Warung ini tepat di tepi jalan sibuk yang membelah persawahan membentang. Saat itu kebetulan sedang panen dan sebagian besar jerami sudah dibakar dalam tumpukan-tumpukan. Nah, sekam padi yang hitam pasca pembakaran dibuat warna untuk menghitamkan sagu yang sudah jadi dawet.

Gula yang dibubuhkan pun terbuat dari aren dan rasanya seperti meluncur di jalan aspal halus dengan kecepatan tinggi!

Syuuuuurrrr. Sedaap!

Comments are closed.