7 Perlengkapan Wajib Buat Piknik

March 1, 2015 Comments Off on Ketika Adrenalin Mengalir Bersama Kayak di Arus Deras Featured, Rafting/Kayaking

Ketika Adrenalin Mengalir Bersama Kayak di Arus Deras

Bayangkan, Anda sendirian hanya ditemani sebilah dayung, menunggang dengan rekatnya di atas kayak, meluncur mengikuti arus sungai dan melewati beberapa riam dan bebatuan. Ini pastinya sebuah kesenangan dan keseruan yang akan memacu adrenalin. Anda akan mengalir deras bersama percikan air yang pecah dari setiap dayungan penuh gelora dan semangat.

Kayak Arus Deras adalah sebuah kegiatan yang diadaptasi dari kebiasaan orang Eskimo sejak zaman dahulu. Mereka mengarungi sungai, danau, dan bahkan sisi lautan dengan sebuah kano sebagai kendaraan air tercepat saat itu. Kini seiring perkembangannya telah membawa kegiatan ini menjadi sebuah hobi sekaligus olah raga. Jangan salah, kayak secara internasional sudah diperlombakan dalam Olimpiade tahun 1972.

Kayak mulai masuk ke Indonesia pertengahan tahun 90-an (1995-1996). Menurut penggiat Bandung Kayak Community, Muhammad Ihsan, saat itu sudah ada beberapa orang yang gemar bermain kayak di Tanah Air namun masih dilakukan sendiri-sendiri. Bahkan, tahun 1996-1997 sudah ada yang bermain kayak dalam kejuaraan Arung Jeram di Sungai Serayu, Jawa Tengah.

Sempat meredup beberapa tahun, kegiatan Kayak seolah hidup kembali dengan berdirinya Komunitas Kayak Tirtaseta di Purbalingga, Jawa Tengah pada 2004. Adalah Toto Triwindarto sosok yang kembali mengenalkan kegiatan ini di Tanah Air lewat sekolah kayak di Purbalingga yang hingga saat ini menjadi episentrum kegiatan kayak di Indonesia. Toto sendiri sempat menimba ilmu kayaking dari Kumsheen Rafting Resort, (Canada) dan juga berguru kepada legenda Kayak asal Selandia Baru, Kenny Mutton.

  • kayak-03
  • kayak-01

Secara umum, ada dua metode kayaking yaitu Sit on Top dan Sit in (Cockpit Style). Sit on top dimana sang kayaker duduk di atas kayak dan banyak digunakan di perairan lepas seperti laut atau danau. Semantara sit in adalah sang kayaker duduk di dalam lambung (hull) kayak dan biasanya dilengkapi spraydeck yaitu karet yang menutupi lambung kayak agar air tidak masuk ke dalam kayak. Teknik sit in inilah yang digunakan untuk kegiatan kayak arus deras di sungai (whitewater).

Tidak seperti kayak yang digunakan di danau atau laut, untuk kegiatan di sungai maka kayak yang digunakan tidak dibuat dari fiber melainkan dari plastik. Hal ini dikarenakan whitewater kayaking memerlukan bahan yang kuat dan fleksibel untuk menghadapi benturan dengan batu ataupun objek lainnya. Kayak jenis khusus ini dipakai untuk beberapa variasi kayak arus deras seperti riverruning (arung sungai), creeking (lintasjeram), slalom, dan plyboat
(freestyle di jeram).

Tidak seperti arung jeram, seseorang sebelumnya harus betul-betul mempelajari beberapa teknik dasar sebelum terjun langsung ke sungai. Hal ini dikarenakan dengan besarnya tantangan yang ditawarkan, ada resiko cukup tinggi dari kegiatan kayak arus deras. 50% kegiatan kayaking dipastikan melibatkan kayak dalam posisi terbalik. Inilah sebabnya teknik seperti rolling (memutar badan ketika dalam posisi terbalik) dan wet exit (melepaskan spraydeck lalu keluar dari air) harus benar-benar dikuasai sebelum turun ke sungai. Tentunya hal itu terkait konsentrasi dan pengendalian emosi (tidak panik) dalam kondisi tidak nyaman.

Walaupun demikian, bagi Anda yang hendak mencoba keseruan bermain kayak maka tidak perlu khawatir. Beberapa komunitas kayak seperti Tirtaseta (Purbalingga) atau di Bandung Kayak Community (Bandung), serta komunitas lain di Indonesia sudah menyediakan fasilitas belajar Kayak melalui sekolah khusus. Fasilitas sekolah kayak tersebut diciptakan untuk menjembatani peminat dengan penggiat kayak yang tergabung dalam komunitas.

Selain memacu adrenalin serta keseruan yang menantang, olah raga kayak dapat juga menjadi sarana pendewasaan diri. Itu karena kayaking dapat mengembangkan aspek kepercayaan diri, ketepatan bertindak, pengembangan motivasi diri, serta aspek manajemen diri yang lebih kuat dan sabar.

Comments are closed.